Jepang – Di tengah tingginya minat akan kendaraan berbasis ramah lingkungan, Honda rupanya tak ingin melewatkan momentum untuk memproduksi sepeda motor yang mengandalkan tenaga listrik mulai tahun 2018 mendatang. Motor skuter listrik besutan pabrikan otomotif asal Jepang ini akan jadi bagian dari pengembangan Honda menuju ke arah kendaraan bertenaga listrik.
Menurut Presiden Direktur Honda, Takahiro Hachigo, pihaknya berencana untuk lebih gencar mengembangkan kendaraan roda dua bertenaga listrik. “Kami berusaha untuk mempromosikan kendaraan komuter berbasis listrik, dan kami berencana untuk memperkenalkan beberapa model baru, termasuk skuter listrik, pada 2018,” kata Hachigo seperti diwartakan Autoevolution, Senin (12/6).
Hingga kini Honda masih menguji coba sistem baterai yang akan digunakan untuk kendaraan-kendaraannya. Sistem yang akan digunakan kelak adalah sistem tukar pasang baterai yang memudahkan para pengendara supaya tidak harus mengisi daya (charge) hingga berjam-jam ketika daya listrik baterai pada kendaraan telah habis.
“Kami ingin mengeluarkan lebih banyak kendaraan roda dua listrik. Kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan pengujian demonstrasi baterai ini, bekerja sama dengan Japan Post Co Ltd di Jepang,” jelas Hachigo.
Motor bertenaga listrik tersebut akan dinamai Honda EV-CUB dan diperkirakan jadi motor listrik teranyar Honda tahun 2018 mendatang. Versi produksi dari motor ramah lingkungan ini akan mengalami sejumlah perubahan dibandingkan dari versi konsepnya yang telah diperkenalkan ke publik sekitar 2 tahun lalu.
“Skuter listrik akan dibuat khusus untuk layanan harian kantor pos Jepang. Ini akan diisi ulang di stasiun khusus, yang ditempatkan di setiap fasilitas pos dan juga memiliki kemampuan untuk menukar baterai yang habis,” tandas Hachigo.
Di Indonesia sendiri pasar sepeda motor listrik memang masih terbatas. Hingga kini motor listrik yang telah meramaikan industri dalam negeri adalah Viar Q1 yang telah memiliki surat-surat legalitas lengkap dan Zero Motorcycle. PT PLN pun telah mengembangkan beberapa titik yang akan dijadikan tempat pengisian listrik lewat SPLU (stasiun pengisian listrik umum).






